Secara umum metoda diartikan sebagai cara melakukan sesuatu. Adapun metoda mengajar (pembelajaran) ialah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan pendidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pembelajaran kepada siswa (Tardif: 1987). Metoda pembelajaran dapat pula diartikan sebagai suatu cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar pendidikan serta berbagai teknik dan sumber daya terkait lainnya agar terjadi proses pembelajaran. Prinsip dasar pembelajaran yang dimaksud di antaranya adalah prinsip psikologis pendidikan dan prinsip pedagogis. Adapun teknik-teknik yang terkait dengan pembelajaran di antaranya adalah teknik komunikasi dan teknik pengelolaan atau manajemen pembelajaran (Ginting, 2008: 42).
Memilih dan menentukan metoda pembelajaran untuk suatu kegiatan belajar dan pembelajaran hendaknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
- Tidak ada satupun metode yang paling unggul karena semua memiliki karakteristik yang berbeda, dan memiliki kelemahan dan keunggulan
- Setiap metode hanya sesuai untuk pembelajaran sejumlah kompetensi tertentu dan tidak sesuai untuk pembelajaran sejumlah kompetensi lainnya.
- Setiap kompetensi mempunyai karakteristik yang umum maupun yang spesifik sehingga pembelajaran suatu kompetensi membutuhkan suatu metode yang mungkin tidak sama dengan kompetensi yang lain
- Setiap siswa memiliki sensifitas berbeda terhadap metode pembelajaran
- Setiap siswa memiliki bekal perilaku berbeda serta tingkat kecerdasan yang berbeda pula
- Setiap materi pembelajaran membutuhkan waktu dan sarana yang berbeda
- Tidak semua sekolah memiliki sarana dan fasilitas yang lengkap
- Setiap guru memiliki kemampuan dan sikap yang berbeda dalam menerapkan suatu metode pembelajaran.
Terdapat banyak sekali metode pembalajaran saat ini,tapi yang akan dijelaskan dibawah ini adalah metode-metode pembelajaran yang umum digunakan.
- Metode Ceramah
- Pengertian Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ini disebut juga dengan metode kuliah atau metode pidato.
- Kelebihan Metode Ceramah
- Materi yang diberikan terurai dengan jelas.
- Suasana kelas berjalan dengan tenang, karena murid melakukan aktivitas yang sama, sehingga guru dapat mengawasi murid sekaligus secara komprehensif.
- Tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yang lama, dengan waktu yang cukup singkat murid dapat menerima pelajaran sekaligus secara bersama.
- Pelajaran bisa dilaksanakan dengan cepat, karena dalam waktu yang sedikit dapat diuraikan bahan yang banyak.
- Melatih para pelajar untuk menggunakan pendengarannya dengan baik sehingga mereka dapat menangkap dan enyimpulkan isi ceramah dengan cepat dan tepat.
- Kelemahan Metode Ceramah
- Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru saja.
- Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar.
- Interaksi cenderung bersifat Centred (berpusat pada guru)
- Guru kurang dapat mengetahui dengan pasti sejauh mana siswa telah menguasai bahan ceramah.
- Mungkin saja siswa memperoleh konsep-konsep lain yang berbeda dengan apa yang dimaksudkan guru.
- Siswa kurang menangkap apa yang dimaksud oleh guru, jika ceramah berisi ceramah-ceramah yang kurang atau tidak dimengerti oleh siswa dan akhirnya mengarah verbalisme.
- Prosedur/Langkah-Langkah Metode Ceramah
- Tahap Persiapan Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah:
- Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
- Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
- Mempersiapkan alat bantu.
- Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini ada tiga langkah yang harus dilakukan:
- Langkah Pembukaan. Langkah pembukaan dalam metode ceramah merupakan langkah yang menentukan. Keberhasilan pelaksanaan ceramah sangat ditentukanoleh langkah ini.
- Langkah Penyajian. Tahap penyajian adalah tahap penyampaian materi pembelajaran dengan cara bertutur. Agar ceramah berkualitas sebagai metode pembelajaran, maka guru harus menjaga perhatian siswa agar tetap terarahpada materi pembelajaran yang sedang disampaikan.
- Langkah Mengakhiri atau Menutup Ceramah. Ceramah harus ditutup dengan ringkasan pokok-pokok matar agar materi pelajaran yang sudah dipahami dan dikuasai siswa tidak terbang kembali. Ciptakanlah kegiatan-kegiatan yang memungkinkan siswatetap mengingat materi pembelajaran. Perlu diperhatikan, bahwa ceramahakan berhasil baik, bila didukung oleh metode-metode lainnya, misalnya tanya jawab,tugas, latihan dan lain-lain. Metode ceramah itu wajar dilakukan bila: (a) ingin mengajarkan topik baru, (b) tidak ada sumber bahan pelajaran pada siswa, (c) menghadapi sejumlah siswa yang cukup banyak.
- Metode Demonstrasi
- Pengertian Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan kepada peserta.
- Kelebihan Metode Demonstrasi
- Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang diberikan.
- Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh yang konkrit.
- Memberi motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar.
- Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung
- Siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran yang didemontrasikan itu.
- Proses pembelajaran akan sangat menarik, sebab siswa tak hanya mendengar tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
- Menyajikan materi yang tidak bisa disajikan oleh metode lain.
- Kelemahan metode demonstrasi
- Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang tepat menyebabkan demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa.
- Bila waktu tidak tersedia cukup, maka demonstrasi akan berlangsung terputus-putus atau berjalan tergesa-gesa.
- Tidak semua guru dapat melakukan demonstrasi dengan baik.
- Terbatasnya sumber belajar, alat pelajaran, media pembelajaran, situasi yang sering tidak mudah diatur dan terbatasnya waktu.
- Metode demonstrasi memerlukan persiapan dan perancangan yang matang.
- Prosedur/Langkah-Langkah Metode Demonstrasi
- Tahap Persiapan Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan:
- Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir.
- Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.
- Lakukan uji coba demonstrasi.
- Tahap Pelaksanaan
- Langkah pembukaan. Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
- Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
- Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
- Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
- Langkah pelaksanaan demonstrasi.
- Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
- Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
- Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa
- Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
- Langkah mengakhiri demonstrasi. Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
- Metode Tanya Jawab
- Pengertian Metode tanya jawab merupakan cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai tujuan pengajaran.
- What (Apa)
- Why (Mengapa)
- When (Kapan)
- Where (Di mana)
- Who (Siapa)
- How (Bagaimana)
- Kelebihan Metode Tanya Jawab
- Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan yang telah disajikan.
- Dapat digunakan untuk menyelidiki pembicaraan-pembicaaraan untuk menyemangatkan pelajar.
- Memotivasi siswa untuk mempersiapkan diri dan mengikuti proses pembelajaran secara aktif
- Mendorong siswa berfikir kritis dan memperkaya pemahaman terhadap materi yang diajarkan
- Dapat digunakan untuk menguji pengetahuan factual siswa untuk berbagai tingkat kemampuan atau taxonomi untuk semua ranah terutama ranah kognitif
- Dapat digunakan sebagai alat motivasi ekstrinsik yang akan meningkatkan semangat belajar siswa serta ketertarikan terhadap materi yang diajarkan
- Dapat digunakan untuk mengarahkan siswa kepada hasil belajar yang hendak dicapai karena tanya jawab dapat memfokuskan perhatian siswa kepada materi pembelajaran
- Mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran
- Kelemahan metode tanya jawab
- Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja.
- Hanya dikuasai oleh siswa yang pandai.
- Bila terjadi perbedaan pendapat, akan banyak menyita waktu untuk menyelesaikannya.
- Tanya jawab dapat menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan/ materi pembelajaran, hal ini terjadi jika guru tidak dapat mengendalikan jawaban atas segala pertanyaan siswanya
- Membutuhkan waktu lama untuk merangkum materi pembelajaran
- Tanya jawab akan dapat membosankan jika yang ditanyakan tidak ada variasi
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan Metode Tanya Jawab
- Pertanyaan-pertanyaan disusun berdasarkan tujuan yang jelas dan pasti.
- Pertanyaan terarah pada pencapaian tertentu serta tidak memberikan pertanyaan tertentu serta tidak memberikan pertanyaan yang menimbulkan kebingungan dalam berpikir kepada anak didik.
- Kata-kata dan kalimat pertanyaan supaya tersusun secara tepat dan terarah.
- Menggunakan perbendaharaan bahasa sesuai dengan tingkat pemahaman siswa dalam suatu kelas.
- Metode Kerja Kelompok
- Pengertian Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Merka bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas. Sedangkan Dimyati dan Mudjiono (2002:34) mengemukakan kerja kelompok berarti kerja kepemimpinan dan keterpimpinan yang perlu dipelajari siswa untuk bekal dalam kehidupannya nanti”. Selanjutnya secara lebih lengkap Burton (Nasution 2000:56) menjelaskan “kerja kelompok ialah cara individu mengadakan relasi dan kerjasama dengan individu lain untuk bekerja sama. Relasi di dalam kelompok demokratis artinya setiap individu berpartisipasi, ikut serta secara aktif dan turut bekerjasama, sehingga individu akan memperoleh hasil belajar yang lebih baik dan mengalami perubahan sikap”. Keuntungan yang diperoleh dari adanya pembelajaran dengan pendekatan kelompok adalah sebagai berikut. a) siswa bertanggung jawab terhadap proses belajarnya, terlibat secara aktif dan memiliki usaha yang lebih besar untuk berprestasi, b) siswa mengembangkan keterampilan berfikir tingkat tinggi dan berfikir kritis dan c) terjadinya hubungan yang positif antar siswa. Dengan demikian pembelajaran kelompok berhubungan dengan proses belajar yang dilakukan siswa secara bersama-sama melalui komunikasi interaktif dengan dipimpin oleh seorang pemimpin untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi sehubungan dengan materi pelajaran. Untuk membentuk manusia demokratis harus ditekankan pelaksanaan kerjasama atau kerja kelompok, karena menurut para ahli pendidikan prinsip kerjasama lebih banyak faedahnya daripada sistem persaingan. Nasution (2000:34) mengemukakan beberapa manfaat dari kerja kelompok sebagai berikut.
- Mempertinggi hasil belajar, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
- Keputusan kelompok lebih mudah diterima setiap anggota, bila mereka turut memikirkan dan memutuskan bersama-sama.
- Mengembangkan perasaan sosial dan pergaulan sosial yang baik.
- Meningkatkan rasa percaya diri anggota kelompok.
- Kelebihan metode kerja kelompok
- Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka.
- Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan kemampuan para siswa.
- Dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih menggunakan ketrampilan bertanya dalam membahas suatu masalah.
- Mengembangkan bakat kepemimpinan para siswa serta mengerjakan ketrampilan berdiskusi.
- Kelemahan metode kerja kelompok
- Kerja kelompok terkadang hanya melibatkan para siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang.
- Keberhasilan strategi ini tergantung kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri-sendiri.
- Kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan daya guna mengajar yang berbeda pula.
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan Metode Kelompok
- Membentuk Kelompok. Pendidik atau peserta didik, atau pendidik bersama peserta didik membentuk kelompok-kelompok belajar. Berapa jumlah kelompok dan berapa jumlah anggota setiap kelompok disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang hendak dicapai. Pada kesempatan ini pendidik menjelaskan tujuan, kebutuhan dan gambaran mengenai kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan oleh kelompok, sehingga peserta didik menyadari mengapa dan untuk apa dibentuk kelompok-kelompok.
- Pemberian tugas-tugas kepada kelompok. Pendidik memberikan tugas-tugas peserta didik menurut kelompoknya masing-masing. Pada kesempatan ini pendidik memberikan petunjuk-petunjuk mengenai pelaksanaan tugas dan berbagai aspek kegiatan yang mungkin dilakukan oleh setiap kelompok dalam rangka mewujudkan hasil kerja kelompok sebagai suatu kesatuan.
- Masing-masing kelompok mengerjakan tugas-tugasnya. Peserta didik-peserta didik bekerja sama secara gotong royongmenyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dalam rangka mewujudkan hasil kerja kelompoknya masing-masing. Pendidik mengawasi, mengarahkan atau mungkin juga menjawab beberapa pertanyaan dalam rangka menjamin ketertiban dan kelancaran kerja kelompok.
- Pendidik atau pendidik bersamaan peserta didik dilakukan penilaian, bukan saja terhadap hasil kerja yang dicapai kelompok, melainkan juga terhadap cara bekerja sama dan aspek-aspek lain sesuai dengan tujuannya dan meliputi penilaian secara individual, kelompok, maupun kelas sebagai suatu kesatuan.
- Metode Eksperimen
- Pengertian Metode eksperimen merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru. Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Metode eksperimen menurut Djamarah (2002:95) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri , mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya. Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : i. Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa. ii. Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih. iii. dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan , maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu. iv. Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih , maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta ketrampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu. v. Tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bias diadakan percobaan karena alatnya belum ada.
- Kelebihan metode eksperimen
- Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah.
- Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori.
- Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan.
- Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya.
- Dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
- Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.
- Kelemahan metode eksperimen
- Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu memanage siswanya
- Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain
- Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi.
- Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal.
- Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan.
- Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian.
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan Metode Eksperimen
- Memberi penjelasan secukupnya tentang apa yang harus dilakukan dalam eksperimen.
- Menentukan langkah-langkah pokok dalam membantu siswa dengan eksperimen.
- Sebelum eksperimen di laksanakan terlebih dahulu guru harus menetapkan:
- Alat-alat apa yang diperlukan
- Langkah-langkah apa yang harus ditempuh
- Hal-hal apa yang harus dicatat
- Variabel-variabel mana yang harus dikontrol
- Setelah eksperimen guru harus menentukan apakah follow-up (tindak lanjut) eksperimen contohnya :
- Mengumpulkan laporan mengenai eksperimen tersebut
- Mengadakan tanya jawab tentang proses
- Melaksanakan teks untuk menguji pengertian siswa
- Metode Inquiry
- Pengertian Metode inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas.
- Kelebihan metode inquiry
- Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur, dan terbuka.
- Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang.
- Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa.
- Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru.
- Mendorong siswa untuk berfikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri.
- Kelemahan metode inquiry
- Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep.
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan Metode Inquiry
- Mengidentivikasi dan merumuskan situasi dengan jelas yang berarti memfokuskan inquiry.
- Mengajukan pertanyaan tentang kenyataan (fakta).
- Merumuskan suatu hipotesis untuk menjawab pertanyaan pada langkah kedua.
- Mengumpulkan informasi yang relevan dengan hipotesis dan menguji tiap hipotesis dengan data yang telah dikumpulkan.
- Merumuskan suatu jawaban terhadap pertanyaan pokok dan menyatakan jawaban sebagai proposisi fakta (jawaban harus menyajikan sintesis tentang hipotesis yang diusulkan dan hasil-hasil pengujian hipotesis serta pengumpulan informasi).
- Metode Diskusi
- Pengertian Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.
- Kelebihan metode diskusi
- Terjadi interaksi yang tinggi antara komunikator dan komunikasi
- Dapat membantu siswa untuk berfikir lebih kritis
- Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikirannya
- Metode diskusi melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar.
- Setiap siswa dapat menguji pengetahuan dan penguasaan bahan pelajarannya masing-masing.
- Metode diskusi dapat menumbuh dan mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah.
- Dengan mengajukan dan mempertahankan pendapatnya dalam diskusi diharapkan para siswa akan dapat memperoleh kepercayaan akan (kemampuan) diri sendiri.
- Metode diskusi dapat menunjang usaha-usaha pengembangan sikap sosial dan sikap demokratis para siswa.
- Kelemahan metode diskusi
- Alokasi waktu yang sulit karena banyak memakan waktu
- Tidak semua argument bias dilayani atau di ajukan untuk dijawab
- Suatu diskusi tidak dapat diramalkan sebelumnya mengenai bagaimana hasil sebab tergantung kepada kepemimpinan siswa dan partisipasi anggota-anggotanya.
- Suatu diskusi memerlukan keterampilan-keterampilan tertentu yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
- Jalannya diskusi dapat dikuasai (didominasi) oleh beberapa siswa yang menonjol.
- Tidak semua topik dapat dijadikan pokok diskusi, akan tetapi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.
- Diskusi yang mendalam memerlukan waktu yang banyak. Siswa tidak boleh merasa dikejar-kejar waktu.
- Perasaan dibatasi waktu menimbulkan kedangkalan dalam diskusi sehingga hasilnya tidak bermanfaat.
- Apabila suasana diskusi hangat dan siswa sudah berani mengemukakan pikiran mereka maka biasanya sulit untuk membatasi pokok masalahnya.
- Sering terjadi dalam diskusi murid kurang berani mengemukakan pendapatnya.
- Jumlah siswa di dalam kelas yang terlalu besar akan mempengaruhi setiap siswa untuk mengemukakan pendapatnya.
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan Agar penggunan diskusi berhasil dengan efektif, maka perlu dilakukan langkah - langkah sebagai berikut :
- Langkah Persiapan Hal-hal yang harus diperhatikan dalam persiapan diskusi di antaranya:
- Merumuskan tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan yang bersifat umum maupun tujuan khusus
- Menentukan jenis diskusi yang dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
- Menetapkan masalah yang akan dibahas
- Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi, misalnya ruang kelas dengan segala fasilitasnya, petugas - petugas diskusi seperti moderator, notulis, dan tim perumus, manakala diperlukan
- Pelaksanaan Diskusi Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan diskusi adalah :
- Memeriksa segala persiapan yang dianggap dapat memengaruhi kelancaran diskusi
- Memberikan pengarahan sebelum dilaksanakan diskusi, misalnya menyajikan tujuan yang ingin dicapai serta aturan - aturan diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan dilaksanakan
- Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan diskusi hendaklah memerhatikan suasana atau iklim belajar yang menyenangkan, misalnya tidak tegang, tidak saling menyudutkan, dan lain sebagainya
- Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan dan ide - idenya
- Mengendalikan pembicaraan kepada pokok persoalan yang sedang dibahas. Hal ini sangat penting, sebab tanpa pengendalian biasanya arah pembahasan menjadi melebar dan tidak fokus
- Menutup Diskusi Akhir dari proses pembelajaran dengan menggunakan diskusi hendaklah dilakuan hal - hal sebagai berikut :
- Membuat pokok - pokok pembahasan sebagai kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi
- Mereview jalannya diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya
- Metode Problem Solving
- Pengertian Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya.
- Kelebihan metode problem solving
- Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya sehingga para siswa merasa lebih dihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya diri.
- Para siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain.
- Untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan lisannya.
- Kelemahan metode problem solving
- Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan terkadang penguasaan materi sering diabaikan.
- Metode ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkan mengutarakan pendapat secara lisan.
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan
- Persiapan
- Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan oleh guru.
- Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan pembantu dalam memecahkan persoalan.
- Guru memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara pelaksanaannya.
- Problem yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang peserta didik untuk berpikir.
- Problem harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan peserta didik
- Pelaksanaan
- Guru menjelaskan secara umum tentang masalah yang dipecahkan.
- Guru meminta kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang akan dilaksanakan.
- Peserta didik dapat bekerja secara individual atau berkelompok.
- Mungkin peserta didik dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak.
- Kalau pemecahannya tidak ditemukan oleh peserta didik kemudian didiskusikan mengapa pemecahannya tak ditemui.
- Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran.
- Data diusahakan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk analisa sehingga dijadikan fakta.
- Membuat kesimpulan.
- Metode Simulasi
- Pengertian Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan sebagai orang lain.
- Kelebihan metode simulasi
- Dapat menyenangkan siswa
- Menggalak guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa
- Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya
- Mengurangi hal-hal yang verbalistik
- Menumbuhkan cara berfikir yang kritis
- Kelemahan metode simulasi
- Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset
- Terlalu mahal biayanya
- Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen penting
- Menghendaki pengelompokan yang fleksibel
- Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan
- Memberi petunjuk pelaksanaan simulasi dari materi yang akan dipelajari.
- Membagikan alat dan bahan simulasi. Langkah berikutnya, guru mendistribusikan alat dan bahan simulasi yang dibutuhkan kelompok.
- Melaksanakan simulasi materi. Simulasi dengan pendekatan kelompok lebih rumit dan wasting time tapi pendekatan ini mampu menciptakan situasi yang mendekati keadaan sebenarnya.
- Metode Penemuan ( Discovery )
- Pengertian Metode penemuan merukan proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan suatu proses atau prinsip-prinsip.
- Metode discovery adalah metode yang menganggap siswa sebagai subyek sekaligus obyek pembelajaran yang memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya (Rohani, 2004).
- Metode discovery merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung siswa dan lebih mengutamakan proses dari pada hasil belajar (Mulyasa, 2005) .
- Sund (dalam Suryosubroto, 2002) mengemukakan bahwa metode discovery adalah proses mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya, dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Metode discovery diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan, manipulasi obyek dan lain-lain, sebelum sampai kepada generalisasi.
- Metode discovery adalah metode mengajar yang menggunakan teknik penemuan dan merupakan proses mental (misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya) dimana siswa menyesuaikan suatu konsep atau prinsip. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi (Roestiyah, 2001).
- Kelebihan metode penemuan
- Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa
- Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kampuan masing-masing
- Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa
- Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut
- Kelemahan metode penemuan
- Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses pengertian saja
- Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif
- Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental
- Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil
- Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan
- Merumuskan masalah dengan kegiatan-kegiatan berikut.
- Menyadari adanya suatu masalah.
- Menjadikan masalah tersebut sebagai suatu jawaban yang bermakna atau memiliki makna tertentu.
- Menyediakan masalah tersebut sebagai sesuatu yang mengarahkan pemecahannya.
- Mengembangkan suatu jawaban tentatif dalam perumusan masalah atau hipotesis, dengan kegiatan-kegiatan berikut.
- Menentukan pengajaran dan pengklasifikasian.
- Menentukan hubungan antara berbagai kemungkinan jawaban satu dengan yang lainnya
- Menyusun pernyataan hipotesis.
- Menguji jawaban tentatif dengan kegiatan-kegiatan berikut.
- Merakit buku-buku dengan cara mengidentifikasi bukti-bukti yang dibentukkan, dengan mengklasifikasikannya.
- Menyusun bukti-bukti yang ada, dengan cara menerjemahkannya, menafsirkan, dengan mengklasifikasikannya.
- Menganalisis bukti-bukti dengan cara mencari hubungan yang satu dengan yang lainnya.
- Mengembangkan suatu kesempatan dengan kegiatan-kegiatan berikut.
- Merumuskan pola-pola dengan hubungan yang bermakna.
- Merumuskan kesimpulan secara jelas.
- Melaksanakan kesimpulan data atau pengalaman-pengalaman melalui kegiatan-kegiatan berikut :
- Menguji kesimpulan dengan bukti-bukti yang baru.
- Metode Latihan/Drill
- Pengertian Menurut Buku Nana Sudjana metode drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu ketrampilan agar menjadi bersifat permanen. Ciri yang khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal yang sama Metode latihan merupakan metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki ketegasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
- Teknik Inquiry (kerja kelompok) Teknik ini dilakukan dengan cara mengajar sekelompok anak didik untuk bekerja sama dan memecahakan masalah dengan cara mengerjakan tugas yang diberikan.
- Teknik Discovery (penemuan) Dilakukan dengan melibatkan anak didik dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, diskusi.
- Teknik Micro Teaching Digunakan untuk mempersiapkan diri anak didik sebagai calon guru untuk menghadapi pekerjaan mengajar di depan kelas dengan memperoleh nilai tambah atau pengetahuan, kecakapan dan sikap sebagai guru.
- Teknik Modul Belajar Digunakan dengan cara mengajar anak didik melalui paket belajar berdasarkan performan (kompetensi).
- Teknik Belajar Mandiri Dilakukan dengan cara menyuruh anak didik agar belajar sendiri, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
- Kelebihan metode latihan
- Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari
- Seorang siswa benar-benar memahami apa yang disampaikan
- Bahan pelajaran yang diberikan dalam suasana yang sungguh-sungguh akan lebih kokoh tertanam dalam daya ingatan murid, karena seluruh pikiran, perasaan, kemauan dikonsentrasikan pada pelajaran yang dilatihkan.
- Anak didik akan dapat mempergunakan daya fikirannya dengan bertambah baik, karena dengan pengajaran yang baik maka anak didik akan menjadi lebih teratur, teliti dan mendorong daya ingatnya.
- Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi yang segera serta langsung dari guru, memungkinkan murid untuk melakukan perbaikan kesalahan saat itu juga. Hal ini dapat menghemat waktu belajar disamping itu juga murid langsung mengetahui prestasinya.
- Kelemahan metode latihan
- Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga menghambat bakat dan inisiatif siswa
- Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan penguasaan ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan
- Tahap Persiapan Pada tahap ini, ada beberapa hal yang dilakukan, antara lain :
- Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa
- Tentukan dengan jelas keterampilan secara spesifik dan berurutan
- Tentukan rangkaian gerakan atau langkah yang harus dikerjakan untuk menghindari kesalahan
- Lakukan kegiatan pradrill sebelum menerapkan metode ini secara penuh
- Tahap Pelaksanaan
- Langkah pembukaan Dalam langkah pembukaan, beberapa hal yang perlu dilaksanakan oleh guru diantaranya mengemukakan tujuan yang harus dicapai, bentuk-bentuk latihan yang akan dilakukan.
- Langkah pelaksanaan
- Memulai latihan dengan hal-hal yang sederhana dulu
- Ciptakan suasana yang menyenangkan/menyejukkan
- Yakinkan bahwa semua siswa tertarik untuk ikut
- Berikan kesempatan \kepada siswa untuk terus berlatih
- Langkah mengakhiri Apabila latihan sudah selesai, maka guru harus terus memberikan motivasi untuk siswa terus melakukan latihan secara berkesinambungan sehingga latihan yang diberikan dapat semakin melekat, terampil dan terbiasa.
- Penutup
- Melaksanakan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan yang dilaksanakan oleh siswa.
- Memberikan latihan penenangan.
- Metode Mind Mapping
- Pengertian Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mappingjuga dapat disebut dengan peta pemikiran. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak.
- Kelebihan metode mind mapping
- Permasalah yang disajikan terbuka
- Siswa berkelompok untuk menanggapi
- Dapat malatih siswa untuk saling bekerja sama dalam diskusi
- Sangat cocok untuk mengulang kembali pengetahuan awal siswa
- Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.
- Catatan lebih padat dan jelas
- Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.
- Catatan lebih terfokus pada inti materi
- Mudah melihat gambaran keseluruhan
- Membantu Otak untuk : mengatur, mengingat, membandingkan dan membuat hubungan
- Memudahkan penambahan informasi baru
- Pengkajian ulang bisa lebih cepat
- Setiap peta bersifat unik
- Kelemahan metode mind mapping
- Banyak membutuhkan waktu
- Sulit untuk mengalokasikan waktu
- Tuntutan bagi siswa terlalu membebani
- Hanya siswa yang aktif yang terlibat.
- Tidak sepenuhnya murid yang belajar
- Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa.
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan
- Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester, Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat Master Mind Map® yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selamasatu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. Dengan demikian, sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan.
- Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. Dengan demikian, siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana, langkah Previewdapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview.
- Inview Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran, di mana suatu topik akan dibahas secara detail, terperinci dan mendalam. Selama Inviewini, siswa diharapkan dapat mencatat informasi, konsep atau rumus penting beserta grafik, daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan.
- Review Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi, konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya.
- Metode Unit Teaching
- Pengertian Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang memberikan kesempatan pada siswa secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai belajar secara unit.
- Kelebihan metode unit teaching
- Siswa dapat menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas.
- Siswa dapat belajar keseluruhan sesuai bakat.
- Suasana kelas lebih demokratis.
- Kelemahan metode unit teaching
- Dalam melaksanakan unit perlu keahlian dan ketekunan.
- Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa.
- Perencanaan unit yang tidak mudah.
- Memerlukan ahli yang betul-betul menguasai masalah karena semua masalah yang belum tentu dapat dijadikan unit.
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan
- Kegiatan Persiapan
- Guru menjelaskan kepada siswa tentang bagaimana cara melaksanakan pembelajaran dengan metode unit.
- Guru bersama siswa menetapkan pokok masalah yang akan dijadikan unit. Pokok masalah itu hendaknya sesuai dengan minat dan latar belakang siswa, sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa, dan sesuai dengan ketersediaan sumber baik buku, para ahli maupun instansi.
- Guru dan siswa menetapkan aspek-aspek pokok masalah dan mata pelajaran- mata pelajaran yang ikut serta pada pemecahan pokok masalah tersebut.
- Guru bersama siswa menetapkan tujuan instruksional khusus (TIK) untuk setiap aspek masalah.
- Guru dan siswa menetapkan kelompok kelompok kerja dan tugas- tugasnya. Biasanya jumlah kelompok disesuaikan dengan banyaknya aspek masalah/unit.
- Guru dan siswa menetapkan organisasi kelas : ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, seksi-seksi, dan sebagainya. Organisasi ini yang akan mengelola penyelesaian kegiatan unit.
- Guru dan siswa menetapkan jadwal kegiatan, sasaran, target, dan tata tertib yang harus dipatuhi selama pembelajaran unit ini.
- Kegiatan Pelaksanaan
- Kegiatan Awal. Guru menanyakan materi pelajaran sebelumnya. Guru berceritera tentang kehidupan di masyarakat yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan melalui pembelajaran unit. Guru mengingatkan kembali tentang TIK yang telah dirumuskan dan bagaimana penyelesaiannya oleh kelompok.
- Kegiatan Inti Para siswa mengatur tempat mereka belajar / bekerja, apakah tempat belajar itu di dalam kelas maupun di luar kelas. Mempelajari sesuatu sesuai dengan tugas masing-masing, misalnya : melakukan percobaan-percobaan, mengerjakan soal soal, menggambar, mempelajari nyanyian, mengunjungi tempat- tempat yang telah direncanakan, mengikuti ceramah dari nara sumber, dan sebagainya.
- Kegiatan Penutup Guru meminta siswa merangkum hasil belajar melalui kegiatan dalam metode pembelajaran unit. Melakukan evaluasi hasil belajar dan evaluasi proses pelaksanaan pembelajaran melalui metode pembelajaran unit. Tindak lanjut, yaitu menjelaskan kembali materi pelajaran yang belum dikuasai siswa dan menugasi untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran melalui Penugasan Rumah (PR).
- Metode Kerja Lapangan
- Pengertian Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat.
- Kelebihan metode kerja lapangan
- Siswa mendapat kesempatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja.
- Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun kekurangannya.
- Kelemahan metode kerja lapangan
- Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas.
- Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu.
- Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli.
- Prosedur pelaksanaan/Langkah-langkah pelaksanaan
- Merumuskan tujuan dari kegiatan yang akan dilakukan.
- Menentukan jenis kegiatan yang akan dilakukan.
- Menentukan tempat pelaksanaan kegiatan.
- Menentukan waktu yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan.
- Mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan. Misalkan alat ukur untuk mengukur lebar jalan.
- Pembagian kelompok dan tugas yang jelas.
- Pembagian tempat pelaksanaan kegiatan kepada masing – masing kelompok.
- Pelaksanaan kegiatan oleh masing – masing kelompok sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang didapat.
- Pembuatan laporan dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
- Metoda Tutorial
- Pengertian Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa. Disamping metoda yang lain, dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar, metoda ini banyak sekali digunakan, khususnya pada saat siswa sudah terlibat dalam kerja kelompok.
- Kelebihan Metode Tutorial
- Siswa memperoleh pelayanan pembelajaran secara individual sehingga permasalahan spesifik yang dihadapinya dapat dilayani secara spesifik pula.
- Seorang siswa dapat belajar dengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuannya sendiri tanpa harus dipengaruhi oleh kecepatan bel;ajar siswa yang lain.
- Kelemahan Metode Tutorial
- Sulit dilaksanakan pembelajaran klasikal karena guru harus melayani siswa dalam jumlah yang banyak.
- Jika tetap dilaksanakan, diperlukan teknik mengajar dalam tim atau “team teaching” dengan pembagian tugas di antara anggota tim.
- Apabila tutorial ini dilaksanakan, untuk melayani siswa dalam jumlah yang banyak, diperlukan kesabaran dan keluasan pemahamann guru tentang materi pembelajaran.
- Langkah-langkah Metoda Pembelajaran Tutorial
- Langkah Perencanaan
- Mempelajari modul dan mengidentifikasi bagian-bagian yang sulit
- Menyusun strategi bimbingan
- Langkah Persiapan
- Menyiapkan bahan ajar tambahan
- Menyiapkan soal-soal sederhana sebagai jembatan untuk menyelesaikan soal-soal yang sulit
- Langkah Pelaksanaan
- Mengidentifikasi siswa yang menghadapi kesulitan dalam memahami modul yang telah diberikan berikut bagian-bagian yang sulit dipahami
- Laksanakan tutorial dengan menggunakan langkah-langkah yang telah dipersiapkan lebih dahulu
- Langkah Evaluasi dan Penutup
- Melakukan tanya jawab ntuk meyakinkan bahwa siswa yang bersangkutan telah dapat mengatasi kesulitan belajarnya dan memahami materi pembelajaran yang dipelajari
- Memberikan tugas mandiri, termasuk mempelajari tugas tambahan dengan tujuan memantaapkan dan memperluas pemahaman siswa yang bersangkutan tentang materi yang dipelajari.
Menurut Nana Sudjana ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak akan baik apabila penggunaannya dipersiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas penggunaannya. ( Nana Sudjana 2000:77). sedangkan menurut Drs. Muhaimin MA, dkk, metode ceramah merupakan kombinasi dari metode hafalan, diskusi dan Tanya jawab (Muhaimin, dkk, 1996: 83). Sedangkan menurut W. Scham dalam bukunya "the process and effects of mass communication" dalam hal ingatan sesuatu yang disampaikan dengan lisan lebih lama ingat dari pada disampaikan dengan tulisan. Selain itu, mmetode ceramah itu pada umumnya dilakukan secara pebicaraan face to face hal ini menurut W. Schram adalah sangat efektif.
Dalam metode ceramah ( lecture method) adalah sebuah cara Melaksanakan pengajaran yang dilakukan oleh guru secara monolog dan hubungan satu arah (one way communication), metode ini dipandang paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literature atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya faham siswa.
Sanjaya (2006), dan Sumantri dan Permana (1998/1999) mengemukakan bahwa demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan. Metode Demonstrasi biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau prosedur yang dilakukan misalnya : proses mengerjakan sesuatu, proses menggunakan sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, atau untuk mengetahui/melihat kebenaran sesuatu.
Metoda tanya jawab adalah metoda pembelajaran di mana materi ajar disampaikan dalam bentuk tanya jawab antara guru dengan siswa dan sesama siswa (Gintigs, 2008: 45). Keberhasilan penggunakan metoda tanya jawab dalam kegiatan pembelajaran sangat ditentukan oleh penguasaan teknik atau keterampilan guru dalam menyampaikan dan menjawab pertanyaan. Terkait dengan teknik menyampaikan dan menjawab pertanyaan tersebut, terdapat enam kata yang mendasari semua jenis pertanyaan yang biasa disebut dengan istilah 5W+1H, yaitu:
Metode Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetpi dapat pula dari siswa kepada guru. Metode tanya jawab adalah yang tertua dan banyak digunakan dalam proses pendidikan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah.
Metode ini dapat diklasifikasikan sebagai metode tradisional atau konvensional. Dalam metode tanya jawab, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa menjawabnya, atau sebaliknya siswa bertanya guru menjelaskan. Dalam proses tanya jawab, terjadilah interaksi dua arah. Guru yang demokratis tidak akan menjawabnya sendiri, tetapi akan melemparkan pertanyaan dari siswa kepada siswa atau kelompok lainnya tanpa merasa khawatir dinilai tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Dengan metode tanya jawab tidak hanya terjadi interaksi dua arah tetapi juga banyak arah. Ketika anak menanyakan tentang bilangan prima, sebagai misal, guru yang demokratis tidak akan menjelaskan sampai tuntas tentang apa itu definisi bilangan prima, dan kemudian memberikan contoh bilangan prima. Dari pertanyaan ini akan muncul beberap orang ayang akan berinteraksi di dalam pertanyaan tersebut. Dalam penggunaan metode mengajar di dalam kelas, tidak hanya Guru saja yang senantiasa berbicara seperti halnya dengan metode ceramah. melainkan mencakup pertanyaan pertanyaan dan penyumbang ide-ide dari pihak siswa.
Ada beberapa konsep tentang metode penemuan (discovery methods) yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain:
Bentuk- bentuk Metode Drill dapat direalisasikan dalam berbagai bentuk teknik, yaitu sebagai berikut :
Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan). Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant,hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal.”
Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran, dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan, penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan.
Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam, memperkuat, dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual.
Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang.Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya, memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.
Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. Sintaknya adalah: informasi kompetensi, sajian permasalahan terbuka, siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababan, presentasi hasil diskusi kelompok, siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok, evaluasi dan refleksi.
Menurut Gintings (2008: 79-80) metode ini sangat cocok diterapkan dalam model pembelajaran mandiri seperti pada pembelajaran jarak jauh di mana siswa terlebih dahulu diberi modul untuk dipelajari.