- Konsep dasar Pengajaran Presentasi
Model Presentasi merupakan adaptasi dari
model Advance Organizer yang mengharuskan guru untuk
mempersiapkannya sebelum mempresentasikan informasi baru dan secara
khusus memperkuat dan memperluas pemikiran siswa selama dan setelah
presentasi. Pendekatan ini banyak dipilih oleh guru karena cocok dengan pengetahuan sekarang tentang cara individu memperoleh, memproses
dan menyimpan informasi baru; dan berbagai komponen model ini telah dikaji
dengan seksama selama empat puluh tahun terakhir sehingga memberikan dasar
pengetahuan yang substansial, meskipun tidak selalu konsisten. Secara singkat
hasil belajar model presentasi cukup jelas dan tidak rumit dalam membantu
siswa memperoleh, mengasimilasi, menyimpan informasi baru; memperluas struktur
konseptual dan kebiasaan mendengarkan dan memikirkan informasi.
Presentasi merupakan model yang berfokus
pada guru yang terdiri atas empat fase pokok:
- Alurnya mulai dari usaha awal guru untuk mengklarisifikasi tujuan pelajaran dan mempersiapkan siswa untuk belajar,
- Penyajian pengorganisasian awal
- Penyajian informasi baru
- Interaksi yang bertujuan memeriksa pemahaman siswa akan informasi baru dan memperluas dan menguatkan keterampilan berpikir mereka.
B. Dukungan teoritis dan Empiris
Terdapat
beberapa perangkat gagasan yang saling melengkapi yang memberikan dukungan
teoritis dan empiris untuk pengajaran presentasi. Hal tersebut meliputi :
- Konsep struktur pengetahuan
- Psikologi pembelajaran lisan yang bermakna
- Psikologi kognitif dan pemprosesan informasi
Dukungan
Empiris
Dasar pengetahuan
mengenai menyajikan dan menjelaskan informasi kepada pembelajaran telah
dikembangakan oleh para peneliti yang bekerja diberbagai bidang, khususnya
psikologi kognitif dan pemrosesan informasi. Penelitian lain dating dari kajian
mengenai pengajaran dan telah berfokus pada topic-topik seperti membuka
pelajaran, penggunaan pengetahuan awal dan pengorganisasi awal. Pengetahuan
awal telah banyak dilakukan penelitian tentang pengaruh pengetahuan awal
terhadap belajar membaca, belajar menggunakan tentang pengaruh pengetahuan awal
terhadap belajar membaca, belajar menggunakan informasi baru, dan belajar
menulis. Secara umum, penelitian ini menunjukkan peninggnya pengetahuan awal
siswa bagi pembelajaran informasi baru dan pemrosesan keterampilan baru.
Penggunaan
pengorganisasi awal
Guru menggunakan pengorganisasi awal untuk membantu
membuat informasi lebih bermakna bagi siswa dengan menghubungkan pengetahuan
awal dengan pengetahuan baru.
C. Perencanaan Pelajaran Presentasi
1. Memilih tujuan dan isi
Tujuan pembelajaran presentasi
diutamakan untuk mendapatkan pengetahuan deklaratif. Contoh siswa mampu
mendifinisikan arti fotosintesis, mampu menyebutkan aturan-aturan dasar
permainan sepak bola, dll. Pemilihan konten presentasi dapat menggunakan
prinsip power yang menyatakan hanya konsep penting dan paling kuat yang
seharusnya diajarkan dan bukan yang menarik tapi tidak penting bagi mata
pelajaran. Sedangkan menurut prinsip ekonomi merekomendasikan bahwa guru
menghindari kekacauan verbal dan membatasi presentasi dengan jumlah informasi
minimum. Peta konsep juga bermanfaat bagi seorang guru untuk membantu
menyampaikan jenis ide dan bagi siswa memberikan gambaran untuk memahami
hubungan diantara ide-ide.
2. Mendiaknosa pengetahuan siswa
sebelumnya
Informasi yang diberikan dalam
presentasi didasarkan pada perkiraan guru tentang struktur kognitif yang
sudah ada dan pengetahuan yang dimiliki siswa tentang subyek tertentu.
Tidak ada aturan yang tegas atau formula yang mudah yang dapat dilakukan guru
untuk memeriksa pengetahuan siswa sebelumnya. Guru dapat menggunakan asesmen
untuk mengetahui perkembangan siswa. Sedangkan dalam pembelajaran guru dapat
menggunakan induksi atau establishing set untuk memeriksa
pengetahuan siswa. Siswa memiliki prior knowledge, perkembangan
intelektual, gaya belajar dan intelegensia yang berbeda sehingga guru perlu
menyesuaikan presentasi dan penjelasan agar sesuai dengan kebutuhan dan latar
belakang siswa antara lain dengan penggunaan gambar dan ilustrasi, isyarat dan
contoh.
3. Memilih advance
organizer yang tepat
Advance organizer merupakan
scaffolding intelektual, dan membantu siswa melihat gambaran umum dari materi
yang akan dipresentasikan. Berikut ini merupakan contohadvance organizer: “
saya akan memberikan informasi tentang jenis-jenis makanan yang dibutuhkan
tubuh agar berfungsi dengan baik. Sebelum itu saya ingin memberi ide
kepada kalian yang akan membantu memahami berbagai makanan yang
sudah kalian makan dengan mengatakan bahwa makanan tersebut dapat
diklasifikasikan menjadi lima golongan utama yaitu lemak, karbohidrat,
protein, vitamin dan mineral. Makanan tersebut berisi
unsur-unsur tertentu seperti karbon dan nitrogen. Makanan
yang kita makan juga mengandung unsur-unsur yang terdapat dalam golongan
makanan tersebut. Sekarang saya akan membicarakan diet seimbang yang dibutuhkan
tubuh. Saya ingin kalian memperhatikan tarmasuk golongan manakah makanan yang
kita makan?”
4. Merencanakan penggunaan waktu dan
ruang
Hal-hal yang harus
diperhatikan guru yaitu memastikan waktu dialokasikan sesuai dengan
kemampuan dan sikap siswa di kelas dan memotivasi siswa agar mereka tetap
memperhatikan selama pembelajaran. Selain itu guru juga mengelola ruang,
penataan ruang tradisional paling cocok dengan kelas yang menggunakan papan
tulis, OHP atau proyektor.
D. Melaksanaan Presentasi
1. Menyampaikan Tujuan Pembelajaran
dan menyiapkan siswa
Tujuan pembelajaran dapat disampaikan
dipapan tulis, newsprint chart atau display. Menyiapkan siswa
untuk belajar dapat dilakukan dengan memberikan establishing set dan isyarat
(cues) kepada siswa
2. Mempresentasikan advance
organizer
Guru memastikan advance
organizer dilakukan terpisah dari kegiatan introduksi dan presentasi
materi. Advance organizer dipresentasikan kepada siswa menggunakan format
visual tertentu seperti OHP atau power point image. Siswa harus memahami
advance organizer sehingga harus diajarkan kepada siswa.
3. Mempresentasikan Materi belajar
Menyampaikan materi dilaksanakan setelah
direncanakan dan dipresentasikan dengan cara efektif, memperhatikan
kejelasan, explaining links, contoh-contoh, teknik rule-explaining
rule, penggunaan transisi dan antusiasme.
4. Memantau dan memeriksa pemahaman
Untuk memantau pemahaman siswa guru
dapat melakukan metode informal selama presentasi misalnya isyarat verbal dan
non verbal misalnya siswa bingung, diam dan kernyitan kening sebagai tanda
siswa tidak paham, sedangkan mengangguk, tersenyum dan mata melebar
takjub merupakan tanda pemahaman sedang terjadi. Secara formal guru dapat
meminta respon siswa tentang materi yang baru disampaikan.
E. Mengelola Lingkungan Belajar
Pada awal pelajaran guru berperan
sebagai presenter aktif dan berharap siswa menjadi pendengar aktif. Kesuksesan
model ini bergantung dari motivasi siswa untuk melihat serta mendengarkan
presentasi. Model ini membutuhkan aturan yang mengatur pembicaraan
siswa, pacing (langkah) yang baik dan metode untuk mengatur perilaku
siswa pada saat presentasi, misalnya siswa yang melakukan kegiatan lain atau
berbicara dengan teman sebelahnya.
F. Asesmen dan Evaluasi
Model presentasi sangat cocok untuk
menyampaikan informasi baru kepada siswa dan membantu menyimpan informasi
tersebut dalam memori mereka. Sehingga strategi evaluasi yang tepat adalah
menguji perolehan dan retensi pengetahuan siswa. Faktor yang perlu diperhatikan
dalam menguji pengetahuan siswa adalah menguji semua tingkat pengetahuan dan
bukan hanya sekedar mengingat informasi, guru juga seharusnya mengkomunikasikan
kepada siswa apa yang mau diujikan dan lakukan pengujian segera setelah selesai
topik jangan menunggu mid atau semester.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar